Tua, Renta, Tak Mengenal Lelah

Mbah Lago sudah berjualan soto sejak tahun 1941. Lokasi berjualan Mbah Lago sendiri berpindah tempat mulai dari di selasar pasar beringharjo hingga pada akhirnya berpindah di Jalan Mayor Suryotomo (belakang Pasar Beringharjo). Soto Mbah Lago seharusnya buka pukul 09.00 –16.00 WIB namun karena kondisi umur serta fisik yang sudah tidak memungkinkan, terkadang ia menutup kedai sotonya lebih cepat. Dahulu, pada masa jayanya Mbah Lago mampu menjual hingga 100 porsi dalam sehari. Namun, karena kebijakan PPKM yang terus berlanjut, Mbah Lago hanya mampu menjual 10 porsi per harinya. 

Di Usia yang sudah terbilang sangat tua Mbah Lago masih memiliki asa dan semangat untuk mencari nafkah dengan mengandalkan semangkok soto yang ia racik secara khas dengan tangan nya yang sudah rapuh. Saat ini, Mbah Lago hidup sebatang kara, beliau tinggal, berjualan, hingga mendorong gerobaknya sendirian demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Mbah Lago begitu tegar melangkah walaupun tulang-tulangnya mulai rapuh dan hanya berbekal harapan dan harapan. 

Putri Rias Pratiwi

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More