Pesantren Tembok Besi

Stigma negatif seorang narapidana memang tak dapat terelakkan. Sering pula terbayang bagaimana mencekamnya isi rutan yang dipenuhi narapidana tersebut. Sempat terpikir bagaimana di dalam sana sipir berbuat semaunya tanpa rasa empati sedikitpun. Namun, stigma negatif masyarakat tentang sosok narapidana dan mencekamnya bui tak ditemui di dalam Rutan Wates. Rutan yang menampung narapidana,sejak sepuluh tahun terakhir telah menerapkan sistem binaan kepada para narapidananya. Tak ada kata seram sedikit pun terlintas saat memasuki bui.

Di berbagai sudutrutan tersebut, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Melihat mereka lebih dekat, pantasnya mereka disebut warga binaan daripada narapidana dan sipir adalah teman sekaligus guru mereka. Dari berkebun, membuat kusen, membuat ijuk sapu, hingga menciptakan berbagai kerajinan mereka lakukan setiap hari. Tak lupa, binaan rohani pun digencarkan agar pola pikir mereka berubah dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama pada nantinya. Rupiah demi rupiah yang mereka dapatkan dijadikan sebagai tabungan, hingga nantinya mereka bebas mereka mempunyai bekal untuk menjalani hidup barunya.

Menjadi narapidana tak selayaknya selalu mendapat cemooh dan bully-an, justru mereka lah yang paling butuh di support untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Entah berapa bulan atau bahkan tahun lagi mereka akan bebas, besar harapan agar mereka tak lagi melakukan hal yang sama dan bisa berkembang dengan bekal kewirausahaan yang telah mereka dapat dibalik jeruji besi

Rizal Aldytama

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More