Persoalan Kerja Keras Tidak Waras

Keingingan manusia untuk meraih mimpi, mewujudkan harapan dan mencapai tujuan kadang tidak dilalui dengan proses yang mudah. Di perjalanannya, banyak yang merasa telah melakukan berbagai usaha dan kerja keras, namun masih saja tidak mendapat hasil yang setimpal. Selalu berprasangka bahwasannya dunia itu ampas dan menyedihkan. Memaksa untuk keras di segala aspek kehidupan.

Penggalan lirik demi lirik dalam lagu “No Surprises” karya Radiohead sepertinya menceritakan itu semua. “A job that slowly kills you,” begitulah kalimat pertama dalam lagu tersebut seolah mengamini kondisi buruk dunia pekerjaan. Mengintrepretasikan lirik-lirik yang berbicara mengenai seseorang yang tenggelam dalam rutinitas, memaksakan hidupnya dalam bekerja terus-menerus serta hal-hal monoton yang memuakkan. Sampai akhirnya menghilangkan makna pekerjaan yang dikerjakan.

Tidak bisa dipungkiri, manusia akan terus mengupayakan segala cara agar tetap bertahan hidup. Menyadari dunia bergulir semakin cepat, kebutuhan datang berkali lipat memaksakan menabrak batas-batas fisik serta mental bekerja. Lembur menjadi kosakata harian, over-worked jadi sangat normal. Istirahat menjadi satu-satunya hal yang diagungkan.

Keseimbangan kehidupan pekerja menjadi angan-angan belaka. Seolah meniadakan batas-batas dalam diri dan berusaha melampaui alih-alih impiannya akan terwujud demi memenangkan kompetisi materialistik dengan sesama. Abai dalam mencapai kesejahteraan, lupa menjaga jiwa agar tetap waras.

Merasionalisasikan kenyataan bahwa kehidupan ialah penuh paksaan. Tuntutan faktor eksternal semakin nir nalar memberi “terror”. Menghantui di pikiran dan bersemayam hingga dirampungkan apa yang menjadi tanggungan. Seakan semuanya berjalan normal, psikis dikorbankan menjadi wajar.

“Kerja keras menukar waras. Apakah pekerjaan yang dilakukan sudah berada di porsi yang pas?

Syavilla Dyane R

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More