Penggilingan Gabah Keliling

Musim panen seperti saat ini, patut dimanfaatkan oleh para penggilingan gabah keliling kawasan kelurahan Jogotirto, kecamatan Berbah untuk mengais rezeki lebih, salah satu dari mereka bisa disebut Pak Buyat yang dalam kesehariannya berkeliling antar desa, dengan penuh keringat mencari sesuap nasi dengan membantu para petani mengupas biji gabah menjadi beras dengan mobil tua diesel yang selalu siap mengantarnya kemana saja.

Sensasi suara diesel yang menggebu penuh semangat selalu menemaninya berkeliling, mesin di belakang tempat duduk supir yang dinyalakan dengan cara istilah jawa di “engkol” menjadikan tidak biasa, mobil tua berkarat menjadi ciri khas dari mesin diesel yang penu rembesan oli yang masih garang dalam jalanan pedesaan. Walaupun mobil penuh karat ini diperkotaan sudah jarang ada karena masalah legalitas, ada dua patah kata yang menghiasi mobil kesayangannya dengan istilah jawa “Ngudi Upo” yang berarti mencari sesuap nasi.

Dengan kerangka Mitsubishi Minicab L100 tahun 80an yang penuh karat mampu membawa mesin diesel tua yang mampu bertahan sampai saat ini, Pak Buyat sudah kurang lebih 7 tahun membawa gilingan tersebut dengan pada awalnya membeli lalu dengan mengganti mesin diesel tua, dengan bayaran sekali giling dengan beras per 13kg mengambil 1kg beras, jika uang membayar 400 rupiah per 1kg gabah sudah mampu mengupas biji gabah menjadi beras.

Dewangga Damarjati Setyawannnga

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More