Merajut Iman, Berujud Amin

Tuhan dipahami sebagai Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan yang bersifat Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi.

Transenden. Cara berpikir mengenai hal-hal apa yang melampaui dan dapat terlihat, hingga mampu ditemukan di alam semesta. Sifat Tuhan yang transenden menjadikan hubungan manusia dengan Tuhan yang diyakini sebagai pembimbing kehidupan kekal dianggap sangat jauh, berjarak, dan mustahil dipahami oleh manusia. Hubungan yang dapat kita mulai sejak detik ini, karena hidup kekal bukan hanya sekedar warisan masa depan.

Agama menjadi sebuah pola yang merangkai religi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tata kaidah berkorelasi dengan budaya serta pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan konstelasi kehidupan, tentunya sarat akan keterbatasan dan sungguh bergantung pada ilahi yang tak terbatas. Melampaui yang tersemat dalam sifat Tuhan yang transeden dengan beberapa pengertian lebih unggul, agung, dan superlatif membuktikan bahwa hal ini berhubungan dengan apa yang selamanya melampaui pemahaman terhadap pengalaman biasa serta penjelasan ilmiah.

Kevin Sambowo

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More