Mbah Gun, Melukis Malam Sejak Pagi

2020 menjadi penanda bahwa saat ini usia mbah gun, salah satu buruh batik tulis di gulurejo, sudah tidak lagi muda. Masih lekat di ingatan mbah gun kapan ia memulainya, di usia ke 20 tahun mbah gun memutuskan untuk menjadi buruh batik. Hingga di tahun ke 46 ia ‘mburuh’, atau diusianya yang kini meginjak 66 tahun, mbah gun masih menekuninya, sama seperti tahun tahun sebelumnya. Semakin hari, kelihaiannya menggoreskan malam semakin jadi.

Di pagi hari, tepat setelah menuntaskan sarapannya, mbah gun akan mempersiapkan berbagai perkakas membatiknya. Hal pertama yang dilakhkan mbah gun adalah menyalakan api di tungku kecilnya. Sembari menunggu api jadi, mbah gun mengambil kain yang akan ia batik di dalam rumah. Setelah semuanya siap, barulah mbah gun mulai meminumkan malam di canting tua nya, lalu menuangkannya di atas kain yang ia ‘sampirkan’ di gawangan bambu miliknya. Setiap pagi, suami mbah gun akan menyempatkan untuk menemani istrinya membatik untuk beberapa saat. Siapapun yang sering melewati rumah mbah gun akan hafal dengan pemandangan suami paruh baya menemani istri membatik di depan teras.

Menjadi buruh batik memang tidak mudah, upah yang tidak seberapa membuat generasi sekarang semakin jarang melirik profesi buruh batik. Namun, minimnya upah tidak membuat mbah gun berpindah hati lalu menekuni profesi lain. Mbah gun tetap setia puluhan tahun menjadi buruh batik tulis, karena di zaman yang serba maju ini satu satunya keahlian yang dapat dilakukannya untuk mengepulkan asap dapur tuanya adalah membatik.

Freshi Tirtawati

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More