Krisis Membaca dan Menulis

Sekolah merupakan tempat bagi para siswa-siswi untuk menuntut ilmu. Dengan begitu sedikit banyak mimpi-mimpi mereka dapat terwujud dikemudian hari. Namun masih banyak daerah yang mengalami kesenjangan pendidikan. Salah satunya daerah di Kawasan pusat Yogyakarta, Gondolayu. Di daerah tersebut
siswa TK maupun SD sedang mengalami krisis membaca dan menulis.

Berawal dari beberapa TK yang tidak memperkenalkan aktivitas membaca dan menulis melainkan lebih berfokus bermain seperti menyanyi, menggambar dan pendidikan karakter. Sehingga para siswa-siswi tidak mendapatkan pintu pendidikan itu sendiri. Jika cara mengajar ini diamati ada permasalahan yang cukup serius. Banyak dari mereka yang baru memasuki ke jenjang SD tetapi, tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dengan begitu mereka akan sulit mengikuti arus pembelajaran di lingkungan sekitarnya.

Oleh sebab itu setelah selesai sekolah banyak dari mereka yang mengikuti kursus atau les. Anak-anak yang masih kecil mungkin merasa sekolah dan kursus merupakan hal yang berat untuk mereka. Karena banyaknya kegiatan seperti TPA yang diadakan sore hari di daerah lingkungan mereka. Pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang suka belajar dan aktif. Oleh karena itu kita sebagai agent of change diharapkan dapat memberi dukungan kepada anak-anak penerus bangsa ini. Salah satu caranya dengan memberikan bantuan buku ataupun bantuan secara sukarela sebagai pengajar. Mungkin dengan cara tersebut kita bisa membantu mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Annisa Rindi

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More