Kerja Lembur, Minim Libur

“terbentur, terbentur, terbentur lagi”

Ekosistem kerja fleksibel di era digital memperburuk kesadaran hak buruh kerah putih dibanding buruh lain. Sesuai janji fleksibilitas industri, mereka memang tak perlu selalu ‘hadir’ di kantor, alibinya bebas bekerja dimana saja malah waktu dihabiskan sepanjang hari untuk bekerja.

Prinsip ‘yang penting hasil’ lagi-lagi, kerap menjadi beban bagi pekerja. Overtime menjadi hal yang biasa tanpa dipungut biaya. Melampaui hak pekerja, sistematika memaksa mereka akhirnya menjadi terbiasa.

Dedy Kurniawan

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More