Harta, Tahta, Keluarga

Banyak orang bilang, keluarga merupakan harta yang paling berharga. Di dalam sebuah keluarga, biasanya terdapat pasangan suami istri dan anak. Mungkin yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar kata keluarga adalah kedekatan, perhatian, kasih sayang, dan keharmonisan. Seorang anak dapat tumbuh dan berkembang bila terdapat sosok orang tua yang dekat dengan mereka. Namun, kesibukan dalam bekerja bagi mereka yang memiliki Hasrat dalam mengejar karirnya terkadang mengorbankan hubungan mereka dengan anaknya. Jarak diantara mereka tidak lagi dapat terhindarkan. Pemenuhan kebutuhan menjadi sebuah alasan klasik oleh orang tua yang tidak dapat membagi waktunya dengan baik. Alih-alih membuat anaknya menjadi happy, yang terjadi menjadi rasa sepi. Tidak sedikit orang memandang bahwa terpenuhinya kebutuhan dan fasilitas merupakan sebuah berkah dan dapat membuat terus Bahagia. Memang benar, di jaman ini siapa sih yang tidak bahagia bila memiliki segala hal? Tetapi kenyataanya, seorang anak tetaplah membutuhkan sosok yang membimbing, menyayangi, dan menemani mereka. Memfasilitasi menjadi tampak tidak berguna tanpa adanya waktu untuk bersama. Apa yang mereka lihat tidaklah selalu benar adanya, berlimpah harta tidaklah selalu lebih Bahagia, begitulah cara seseorang menyembunyikan personanya.

Antonius Sandi Bimantoro

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More