Dibalik Atribut Kebanggaan

Yogyakarta memiliki banyak penduduk lokal maupun pendatang, terutama pada kawula muda yang terus bertambah untuk menempuh bidang akademis. Sulit rasanya sebagai mahasiswa untuk melepas hidup dari musik. Tak terkecuali dengan Ervan Muzakki atau kerap dipanggil Epan. Dia merupakan salah satu akademisi MMTC jurusan Manajemen Produksi Pemberitaan. Cowok kelahiran Wonosobo, 11 Mei 1992 ini Iebih memilih genre musik sub punk/metaI/hardcore. Bukan tanpa alasan Evan memilih setia pada genre tersebut. Semasa hidupnya, Evan mengalami perbedaan dengan teman-temannya, terutama pada warna kulit yang membuatnya menjadi kurang percaya diri dan trauma pada machoisme.

Epan tidak kehabisan akal untuk membuatnya menjadi Iebih percaya diri. Menggunakan Make Up. Ya benar, dengan cara ini Epan menemukan zona nyaman yang ia pilih. “Fashion is a Weapon”. Bagi Epan, berdandan merupakan senjata untuk berperang. Berbeda dengan make up yang digunakan ketika bekerja dan manggung, “Ketika pake make up istilah Iebaynya 100x Iebih pede” tambahnya. Namun sempat mendapat respon jelek dari teman- temannya. Dengan terjunnya Epan ke dunia musik cutting edge, Epan Iebih bebas berekspresi. Menurut dia, di sini attitudenya yang anti diskriminasi dan open minded. Ditempat inilah Epan bisa eksplorasi, berekspresi, dan mendapatkan power untuk melawan segala masalah pribadi.

Masing—masing musik memiliki alti tersendiri, dan scene musik cutting edge Iebih cenderung pada kebebasan, entah dalam segi psikologis maupun emosi. “Do what you like, bebas sak njepate” pendapat Epan tentang kebebasan. Menurutnya, dengan ikut bernyanyi melakukan Crowd Surfing, dan moshing yang identik pada genre ini, Epan bisa menguras kalori sebanyak mungkin terutama untuk menghindari dari segala penyakit. “Musik itu bisa buatterapi, kalo dateng ke gigs ngerasa Iebih happy. Selama 6 hari kerja, 1 hari buat refresing, istilahnya kalo Iagi capek ya mandi. Jika tidak ada acara gigs, Epan Iebih memilih jogging atau bersepeda ketika weekend untuk tetap menjaga kesehatannya.

Kevin Sambowo Nugroho

Share on facebook
Share
Share on twitter
Tweet
Share on pinterest
Pin

Discover More